Kamis, 03 September 2009

Variasi Bahasa dan Ragam Bahasa

Menurut Chaer (2004: 66), variasi bahasa yang berkenaan dengan tingkat golongan, status, dan kelas sosial para penuturnya adalah akrolek, basilek, vulgar, slang, kolokial, jargon, argot, ken, dan prokem.


Akrolek adalah variasi bahasa yang dianggap lebih tinggi atau lebih bergengsi daripada variasi sosial lainnya. Contohnya, bahasa bagongan, yaitu variasi bahasa Jawa yang khusus digunakan oleh para bangsawan kraton Jawa. Basilek adalah variasi sosial yang dianggap kurang bergengsi, atau bahkan dianggap dipandang rendah.
Vulgar adalah variasi bahasa yang ciri-cirinya tampak dipakai oleh mereka yang kurang terpelajar, atau dari kalangan mereka yang tidak berpendidikan. Slang adalah variasi bahasa yang bersifat khusus dan rahasia. Artinya, variasi ini digunakan oleh kalangan tertentu yang sangat terbatas, dan tidak boleh diketahui oleh kalangan di luar kelompok itu.
Kolokial adalah variasi bahasa yang digunakan dalam percakapan sehari-hari. Kolokial berarti bahasa percakapan, bukan bahasa tulis. Dalam bahasa Indonesia, percakapan banyak menggunakan bentuk-bentuk kolokial, seperti dok (dokter), prof, (profesor), dan sebagainya.
Jargon merupakan variasi sosial yang digunakan secara terbatas oleh kelompok-kelompok sosial tertentu. Ungkapan yang digunakan seringkali tidak dapat dipahami oleh masyarakat umum atau masyarakat di luar kelompoknya. Namun, ungkapan-ungkapan tersebut tidak bersifat rahasia, seperti roda gila, dices, dan didongkrak, yang dipakai oleh para montir di lingkungan perbengkelan.
Argot adalah variasi sosial yang digunakan secara terbatas pada profesi-profesi tertentu dan bersifat rahasia. Letak kekhususan argot adalah pada kosakata. Umpamanya, dalam dunia kejahatan (pencuri, tukang copet) pernah digunakan ungkapan, seperti barang dalam arti ‘mangsa’, kacamata dalam arti ‘polisi’, dan tape dalam arti ‘mangsa yang empuk’.
Menurut Chaer (2004: 68), ken (Inggris = cant) adalah variasi sosial tetentu yang bernada ‘memelas’, dibuat merengek-rengek, penuh dengan kepura-puraan. Biasanya digunakan oleh para pengemis.
Prokem merupakan variasi sosial bahasa yang bersifat bebas. Artinya, variasi bahasa yang digunakan oleh kelompok tertentu, yang terbatas di lingkungan remaja sebagai alat komunikasi. Oleh karena itu, kosakata yang digunakan dalam prokem itu selalu berubah-ubah. Variasi bahasa prokem digunakan oleh para remaja, meski tidak menutup kemungkinan golongan tua pun memakai bahasa tersebut sebagai alat komunikasi

0 komentar:

Posting Komentar