Tampilkan postingan dengan label Artikel. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Artikel. Tampilkan semua postingan

Senin, 15 Maret 2010

Problematika Pengajaran Sastra di Sekolah

Di tengah ramainya tuntutan para guru untuk mendapatkan kesejahteraan yang layak bagi mereka, sudahkah para guru itu berkontemplasi. Maksudnya adalah merenungi atas hal-hal yang telah mereka perbuat dalam dunia pendidikan untuk mencerdaskan kehidupan bangsa Indonesia. Sastra merupakan bagian intergral dalam dunia pendidikan tersebut yang diajarkan di setiap jenjang pendidikan di Indonesia, Pengajaran sastra mencakup ketiga genre sastra, yakni prosa fiksi, puisi, dan drama.

Dalam pengaplikasiannya, ketiganya disintesiskan dengan kegiatan menyimak dan membaca sebagai aktivitas reseptif para siswa. Disintesiskan juga dengan kegiatan berbicara dan menulis para siswa yang merupakan aktivitas produktif mereka. Hal ini berlangsung hingga pada tahap evaluasi. Dalam pengajaran sastra ini, terdapat beberapa problematika yang harus segera diatasi oleh para guru bahasa dan sastra di sekolah. Hal ini kita pandang perlu karena problematika pengajaran sastra menyebabkan kurang optimalnya pengajaran sastra di sekolah. Akhirnya, para siswa pun kurang cerdas dalam hal bersastra. Kita tidak hanya mengharapkan output dalam pemelajaan sastra. Lebih daripada itu, kita mengingkan outcome yang bagus. Contoh, proses belajar-mengajar terjadi dan akhirnya siswa memiliki pengetahuan tentang sastra. Banyak orang beranggapan bahwa contoh itu telah selesai. Padahal, dalam contoh itu hanya sampai pada output. Kita menginginkan para siswa di lapangan dapat mengapresiasi, menganalisis, dan juga dapat memproduksi karya sastra sebagai outcome dalam pengajaran sastra di sekolah.
Selama ini pengajaran sastra di sebagian besar sekolah hanya terjadi dalam ruang yang diapit dinding-dinging kelas. Hasilnya, daya imajinasi dan kreasi mereka kurang berkembang secara optimal. Misalnya, ketika para siswa mendapatkan tugas membuat puisi berkenaan dengan alam. Namun, guru yang bersangkutan tidak mengajak mereka ke alam terbuka. Padahal di ruang tertutup dinding-dinging kelas kurang mendukung dalam menumbuhkembangkan daya imajinasi dan kreasi mereka dalam proses penciptaan puisi. Ini merupakan salah satu problematika dalam pengajaran sastra di sekolah. Seharusnya para siswa perlu diajak oleh para guru keluar ke alam terbuka yang membantu mereka dalam proses penciptaan karya sastra. Problematika yang lain, sebagian besar guru bahasa dan sastra di sekolah juga kurang menumbuhkembangkan minat dan kemampuan para siswa dalam hal sastra. Sebenarnya para guru bahasa dan sastra Indonesia dapat mengusahakan karya sastra siswa dimuat di media massa, dalam bentuk buku sastra, dan juga dalam media elektronik, yakni internet dan radio. Hal terakhir ini sangat bagus dalam menumbuhkembangkan potensi sastra yang ada pada diri para siswa. Mereka akan tertantang untuk membuat dan memublikasikan karya-karya sastra mereka secara luas dan secara kontinyu. Kenyataan yang lebih memprihatinkan, sebagian besar guru bahasa dan sastra tidak menjadi contoh sebagai orang yang aktif membuat dan memublikasikan karya sastra di media massa, dalam buku sastra, dan media elektronik. Selain itu, sebagian besar guru bahasa dan sastra di sekolah juga sangat kurang memperkenalkan sastrawan-sastrawan Banten kepada para siswa. Oleh karena itu, wajar jika sebagian besar siswa tidak mengenal para sastrawan Banten. Padahal, biodata dan karya-karya sastrawan merupakan pengetahuan sastra yang harus dimiliki oleh para siswa di setiap jenjang pendidikan di sekolah. Seharusnya, para guru bahasa dan sastra jangan hanya memperkenalkan para sastrawan dari pulau Jawa, Sumatera, atau dari pulau lainnya kepada para siswa. Perlu kita ketahui bahwa sebagian sastrawan Banten juga sudah menjadi sastrawan nasional di Indonesia. Sebut saja dua contohnya, Gola Gong dan Toto ST Radik. Karya-karya sastrawan Banten pun layak menjadi bahan pelajaran sastra di setiap jenjang pendidikan.

Senin, 08 Maret 2010

Domain gratis .com/.net/.org

Domain .com/.net/.org mungkin adalah domain premium yang harus bayar. tapi di sini domain-domain itu diberikan secara GRATIS.

1. Pertama

buka http://www.freedomainsbox.com/?rid=5ddc atau
http://www.freedomainsbox.com/signup.php?rid=5ddc

Terus isi data diri kamu nanti anda akan mendapatkan e-mail activation dari
http://www.freedomainsbox.com/signup.php?rid=5ddc

2. Kedua

Setelah anda login lihat di sebelah kanan ada tulisan refer other people seperti ini:

http://www.freedomainsbox.com/signup.php?rid=5ddc

atau

http://www.freedomainsbox.com/?rid=5ddc


Dalam kasus ini anda akan diberi link sendiri

3. Ketiga

Setelah itu anda di beri link and bisa mengajak teman untuk mengikuti program ini, setelah anda mengumpulkan 7 orang anda bisa menukarkannya di sebelah kanan atau tulisan "Request FREE domain name".


Selesai tnggal kamu mau host di mana.............. ya terserah kamu.



Tolong daftar dari ref aku

http://www.freedomainsbox.com/signup.php?rid=5ddc

atau

http://www.freedomainsbox.com/?rid=5ddc

kalo blog ini maklum baru daftar, jadi masih pake domain yg free (.co.cc)



Jumat, 22 Januari 2010

Menjadi Guru Idola

Menjadi guru memang tidak mudah. Apalagi ketika menghadapi murid-murid yang malas belajar. Agar murid-murid menjadi antusias belajar, ada beberapa hal yang dapat diperhatikan.

Bagus atau tidaknya sebuah sekolah memang dapat dilihat dari kualitas guru. Guru yang berkualitas adalah guru yang berhasil menyampaikan ilmunya kepada murid dengan cara yang menyenangkan. Namun perlu diingat, tingkat keberhasilan mengajar seorang guru tidak selalu harus dilihat dari nilai semua murid di sekolah itu. Yang terpenting adalah bagaiman hubungan antara guru dan murid di sekolah tersebut. Sebab, baik atau tidaknya hubungan antara guru dan murid akan berpengaruh pada proses belajar mengajar ke depannya.

Contohnya adalah ketika seorang guru menjadi guru yang ditakuti di sekolah. secara otomatis, murid-murid akan malas belajar di pelajaran tersaebut. Lalu, apakah guru yang tidak galak atau baik secara otomatis akan membuat murid tak malas belajar? belum tentu juga. Adakalanya, guru yang terlalu baik membuat murid menjadi terlen. lama kelamaan, muridpun akan meremehkan pelajaran tersebut. Solusinya adalah menjadi guru yang tegas, terapi menyenangkan. guru seperti ini tentu akan menjadi guru idola di sekolahnya. Apalagi jika setiap mengajar, mereka selalu berpenampilan memukau. Bisakah kita seperti itu?

Rabu, 13 Januari 2010

Ibarat air dan teko

perumpamaan orangtua dengan anaknya adalah laksana teko dengan isinya. Jika isinya air bersih, air yang dikeluarkannya pun air bersih. Akan tetapi, jika yang dikandungnya adalah air kotor, teko itu pun akan mengeluarkan air yang kotor. Begitu pula orangtua
jika hatinya kotor karena kebencian dan penyakit hati lainnya, hal-hal yang diberikan kepada anaknya pun penyakit hati yang kotor yang berwujud pada sikap dan perilaku anaknya (ungkapan Ma'tsur dalam kalam hikmah)

Minggu, 10 Januari 2010

MENGENAL DIRI SEDALAM-DALAMNYA

Apakah anda mengenal benar-benar mengenali diri anda? tentu, Apakah anda paham betul siapa diri anda? Hmmmm, agak sulit menjawabnya, bukan?

'Barang siapa mengenal dirinya,ia akan sibuk untuk memperbaiki diri daripada sibuk mencari-cari aib dan kesalahan orang lain'.(Imam Ibnu Qayyim)

Keridhaan Allah; Sumber Kebahagiaan


Dari manakah sumber kebahagiaan itu? Dari banyaknya hata?belum tentu. Banyak orang yang mengeluh. Mereka kaya, tetapi tidak merasa kaya;mereka harmonis, tetapi merasa tidak harmonis;dan mereka sukses, tetapi tidak merasakan kesusksesan itu.

Oleh sebab itu, sesungguhnya kebahagiaan seseorang tidaklah diukur dari bergelimpangan harta, "bermandikan" Jabatan, dan kedudukan populer lainnya. Kebahagiaan seseorang hanyalah bisa terukur sejauh mana ia memiliki keridhaan pada Allah. Banyak yang miskin harta, tetapi kaya jiwa. Justru merekalah inilah menjadi kaya dan sukses. Mereka percaya pada Allah. Hasilnya, merekapun merasa percaya diri secara objektif. Mereka tidak terpengaruh oleh keadaan lingkungan yang mengarah pada materialisme belaka. Mereka berpegng teguh pada pendirian.