This is featured post 1 title
Replace these every slider sentences with your featured post descriptions.Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha - Premiumbloggertemplates.com.
This is featured post 2 title
Replace these every slider sentences with your featured post descriptions.Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha - Premiumbloggertemplates.com.
This is featured post 3 title
Replace these every slider sentences with your featured post descriptions.Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha - Premiumbloggertemplates.com.
Jumat, 22 Januari 2010
Menjadi Guru Idola
05.05
IIS 2Y
Bagus atau tidaknya sebuah sekolah memang dapat dilihat dari kualitas guru. Guru yang berkualitas adalah guru yang berhasil menyampaikan ilmunya kepada murid dengan cara yang menyenangkan. Namun perlu diingat, tingkat keberhasilan mengajar seorang guru tidak selalu harus dilihat dari nilai semua murid di sekolah itu. Yang terpenting adalah bagaiman hubungan antara guru dan murid di sekolah tersebut. Sebab, baik atau tidaknya hubungan antara guru dan murid akan berpengaruh pada proses belajar mengajar ke depannya.
Contohnya adalah ketika seorang guru menjadi guru yang ditakuti di sekolah. secara otomatis, murid-murid akan malas belajar di pelajaran tersaebut. Lalu, apakah guru yang tidak galak atau baik secara otomatis akan membuat murid tak malas belajar? belum tentu juga. Adakalanya, guru yang terlalu baik membuat murid menjadi terlen. lama kelamaan, muridpun akan meremehkan pelajaran tersebut. Solusinya adalah menjadi guru yang tegas, terapi menyenangkan. guru seperti ini tentu akan menjadi guru idola di sekolahnya. Apalagi jika setiap mengajar, mereka selalu berpenampilan memukau. Bisakah kita seperti itu?
Senin, 18 Januari 2010
Metode Pidato
04.00
IIS 2Y
b. Menghafal : pembicara membuat semacam teks dan terus dihafalkan selama berpidato.
c. Naskah : Pembicara selalu membaca naskah yang telah dipersiapkan sebelumnya.
d. Ekstemporan : merupakan jalan tengah, yakni uraian yang akan disampaikan dipersiapkan dalam bentuk kerangka pidato : kemudian kerangka/catatan itulah yang dikembangkan atau disampaikan dalam pidato.
Minggu, 17 Januari 2010
Berkaca pada Cinta Siti Nurbaya
23.30
IIS 2Y

Sabtu, 16 Januari 2010 | 15:36 WIB
KOMPAS.com — Pernikahan terpaksa yang dialami Siti Nurbaya, tokoh utama dalam buku Siti Nurbaya karya Marah Rusli, sering kali menjadi olok-olok bagi perempuan yang dijodohkan orangtuanya saat ini. Namun, apakah benar Siti Nurbaya dijodohkan atau dipaksa orangtua untuk menikah dengan saudagar kaya yang berhati jahat?
"Aku tahu Nur, bahwa engkau tidak suka kepada Datuk Maringgih," kata ayahku pada malam itu kepadaku. “Pertama umurnya telah tua, kedua karena rupanya tak elok, ketiga karena tabiatnya yang keji” Selanjutnya sang ayah berkata, “Aku tahu hatimu pada Samsu dan hatinya kepadamu. Aku pun tiada lain, melainkan itulah yang aku cita-citakan dan kuharapkan siang dan malam, yakni akan melihat engkau duduk bersama-sama dengan Samsu kelak, karena ialah jodohmu yang sebanding dengan engkau…Nurbaya, sekali-kali aku tiada berniat, hendak memaksa engkau. Jika tak sudi engkau, sudahlah, tak mengapa. Biarlah harta yang masih ada ini hilang ataupun aku masuk penjara sekalipun, asal jangan bertambah-tambah pula duka citamu…”
Cuplikan di atas memperlihatkan penderitaan ayah Siti Nurbaya, Baginda Sulaiman, saat meminta kesediaan anaknya untuk membantu keluarga mereka keluar dari cengkraman jahat Datuk Maringgih. Sang ayah membujuk Nur untuk membantu mereka karena keinginannya untuk memberikan kehidupan yang lebih baik bagi istri dan anaknya jauh lebih besar dari kesedihannya jika melihat keluarganya jatuh di lubang kemiskinan.
Dalam buku yang diterbitkan pertama kali pada tahun 1922 itu, diceritakan bahwa pada awalnya Nur memang tidak bersedia diminta sang ayah untuk menikahi Datuk Maringgih demi menolong keluarga. Namun, akhirnya Nur bersedia menikah karena tidak tahan melihat sang ayah digiring oleh petugas Belanda. Hal itu bisa terlihat dari sebait cuplikan ini, "…Tatkala kulihat ayahku akan dibawa ke dalam penjara, sebagai seorang penjahat yang bersalah besar, gelaplah mataku dan hilanglah pikiranku dan dengan tiada kuketahui, keluarlah aku, lalu berteriak, "Jangan dipenjarakan ayahku! Biarlah aku menjadi istri Datuk Maringgih!"…”
Dari cuplikan-cuplikan di atas, jelas sekali terlihat sebuah perbedaan besar antara dijodohkan, dipaksa, dan terpaksa. Di novel itu, Baginda Sulaiman memang meminta Siti Nurbaya untuk menikah agar bisa membantu dirinya lepas dari jeratan licik Datuk Maringgih, tetapi ia tidak ingin Nur hidup dalam penderitaan karena menikahi Datuk Maringgih. Keputusan akhir tetap diberikan kepada Nur.
Marah Rusli, sastrawan yang juga dokter hewan ini, pun menceritakan betapa beban yang harus ditanggung Siti Nurbaya sangat besar. Rasa cintanya pada kekasih hati, Syamsul Bahri, membuatnya sempat menolak keinginan sang ayah. Namun, meski Baginda Sulaiman menerima keputusan Nur, besarnya rasa cinta Nur kepada orangtua menyebabkan ia merubah keputusan, yaitu persis saat ia melihat sang ayah hendak dibawa ke penjara.
Di masa itu, perjodohan merupakan hal yang wajar. Marah Rusli membalut budaya masyarakat dengan konflik yang sangat menarik. Tak aneh jika kisah ini masih membekas di benak pembaca. Bahkan menjadi olok-olok bagi mereka yang menikah berdasarkan perjodohan. Novel Marah Rusli ini memang bertujuan membebaskan perempuan dari perkawinan yang tidak didasarkan oleh rasa cinta.
Keberadaan novel yang paling tenar di antara novel karya Balai Pustaka lainnya ini mau tidak mau membobol budaya perjodohan yang masih kuat di dalam masyarakat Indonesia. Persoalan yang dikemukakan Marah Rusli dalam karya-karyanya bukan lagi istana-sentris dan hal-hal bersifat fantasi belaka, melainkan gambaran realita masyarakat pada masa itu.
Novel berbalut kisah cinta dan pengorbanan seorang perempuan pada masa itu membuat cerita Siti Nurbaya menjadi kuat. Melalui buah tangannya, dokter hewan itu ingin menyampaikan gagasan tentang kekolotan di kalangan bangsawan yang merugikan, kearifan hidup pada zaman pembaharuan, corak perkawinan ideal, keburukan poligami, serta masalah hubungan laki-laki dan perempuan. Marah Rusli juga seolah-olah ingin menyampaikan reformasi sosial dan mencita-citakan perkawinan tanpa paksaan. (WIK)
Rabu, 13 Januari 2010
Ibarat air dan teko
05.08
IIS 2Y
perumpamaan orangtua dengan anaknya adalah laksana teko dengan isinya. Jika isinya air bersih, air yang dikeluarkannya pun air bersih. Akan tetapi, jika yang dikandungnya adalah air kotor, teko itu pun akan mengeluarkan air yang kotor. Begitu pula orangtua
jika hatinya kotor karena kebencian dan penyakit hati lainnya, hal-hal yang diberikan kepada anaknya pun penyakit hati yang kotor yang berwujud pada sikap dan perilaku anaknya (ungkapan Ma'tsur dalam kalam hikmah)
jika hatinya kotor karena kebencian dan penyakit hati lainnya, hal-hal yang diberikan kepada anaknya pun penyakit hati yang kotor yang berwujud pada sikap dan perilaku anaknya (ungkapan Ma'tsur dalam kalam hikmah)
Minggu, 10 Januari 2010
'Renungan Kehidupan'
04.22
IIS 2Y
Hidup Tak selalunya indah
Langit tak selalu cerah
Suram malam tak berbintang
Itulah lukisan alam
Begitu aturan tuhan
Jadilah rumput yang lemah lembut
tak luluh dipukul ribut
Bagai karang di dasar lautan
Tak terusik dilanda badai
Dalam sukar, hitunglah kesyukaranmu
Dalam senang, awasi kealpaanmu
Setitik derita melanda
segunung kurniaan-Nya
Usah mengharapkan kesenangan Dalam perjuangan penuh pengorbanan
Usah dendam berpanjangan
Maafkan kesalahan insan
Itulah ajaran Qur'an
Langit tak selalu cerah
Suram malam tak berbintang
Itulah lukisan alam
Begitu aturan tuhan
Jadilah rumput yang lemah lembut
tak luluh dipukul ribut
Bagai karang di dasar lautan
Tak terusik dilanda badai
Dalam sukar, hitunglah kesyukaranmu
Dalam senang, awasi kealpaanmu
Setitik derita melanda
segunung kurniaan-Nya
Usah mengharapkan kesenangan Dalam perjuangan penuh pengorbanan
Usah dendam berpanjangan
Maafkan kesalahan insan
Itulah ajaran Qur'an
MENGENAL DIRI SEDALAM-DALAMNYA
04.07
IIS 2Y
Apakah anda mengenal benar-benar mengenali diri anda? tentu, Apakah anda paham betul siapa diri anda? Hmmmm, agak sulit menjawabnya, bukan?
'Barang siapa mengenal dirinya,ia akan sibuk untuk memperbaiki diri daripada sibuk mencari-cari aib dan kesalahan orang lain'.(Imam Ibnu Qayyim)
'Barang siapa mengenal dirinya,ia akan sibuk untuk memperbaiki diri daripada sibuk mencari-cari aib dan kesalahan orang lain'.(Imam Ibnu Qayyim)
Keridhaan Allah; Sumber Kebahagiaan
03.41
IIS 2Y
Dari manakah sumber kebahagiaan itu? Dari banyaknya hata?belum tentu. Banyak orang yang mengeluh. Mereka kaya, tetapi tidak merasa kaya;mereka harmonis, tetapi merasa tidak harmonis;dan mereka sukses, tetapi tidak merasakan kesusksesan itu.
Oleh sebab itu, sesungguhnya kebahagiaan seseorang tidaklah diukur dari bergelimpangan harta, "bermandikan" Jabatan, dan kedudukan populer lainnya. Kebahagiaan seseorang hanyalah bisa terukur sejauh mana ia memiliki keridhaan pada Allah. Banyak yang miskin harta, tetapi kaya jiwa. Justru merekalah inilah menjadi kaya dan sukses. Mereka percaya pada Allah. Hasilnya, merekapun merasa percaya diri secara objektif. Mereka tidak terpengaruh oleh keadaan lingkungan yang mengarah pada materialisme belaka. Mereka berpegng teguh pada pendirian.





