Kamis, 03 September 2009

Bahasa Prokem

Menurut Lita (1990: 2), bahasa prokem adalah bahasa yang digunakan untuk mencari dan menunjukkan identitas diri, bahasa yang dapat merahasiakan pembicaraan mereka dari kelompok yang lain. Kata-kata seperti bokap, ogut, boil, poskul, pae merupakan sebagian contoh kosakata prokem yang dipakai secara khas oleh kalangan remaja.

Bahasa prokem mulai digunakan warga masyarakat yang pada saat munculnya itu dikenal sebagai tukang copet, tukang jambret, perampok, pembunuh, dan pekerjaan lain yang menjurus ke arah kriminalitas. Bahasa ini kemudian mulai diserap beberapa orang yang tidak seprofesi, tetapi yang sering bersemuka dengan mereka itu. Mereka antara lain adalah pemuda dan remaja putus sekolah, yang ketika itu dikenal orang dengan nama crossboy. Dari sinilah bahasa prokem mengembangkan sayapnya dan dikenal banyak daripada jumlah “preman”. Kelompok yang kemudian tertarik untuk mempelajarinya adalah para remaja yang masih bersekolah, baik di sekolah-sekolah lanjutan tingkat pertama, maupun sekolah lanjutan tingkat atas, bahkan ada yang masih duduk di bangku sekolah dasar atau sudah di perguruan tinggi

0 komentar:

Posting Komentar