Mengajar bukanlah sebuah pekerjaan mudah dan banyak melibatkan pelbagai komponen yang mendukung seorang guru ketika berada di kelas. Pelbagai pendekatan yang ada dalam pemelajaran harus dikuasai ketika berada di kelas. Kepintaran seorang guru memakai pariasi dalam pemelajaran ketika mengajar di kelas akan bergantung kepada hasil belajar siswa, sehingga lingkungan kelas tidak monoton dan siswa merasa bosan atau jenuh ketika berada di kelas. Belajar akan lebih bermakna jika anak 'mengalami' apa yang dipelajarinya, bukan 'mengetahui'-nya. Pemelajaran yang berorientasi target penguasaan materi terbukti berhasil dalam kompetensi 'mengingat' jangka pendek, tetapi gagal dalam membekali anak memecahkan persoalan dalam kehidupan jangka panjang.
Pendekatan CTL merupakan konsep belajar yang membantu guru mengaitkan antara materi yang diajarkannya dengan situasi dunia nyata siswa dan mendorong siswa membuat hubungan antara pengetahuan yang dimiliki dengan penerapannyadalam kehidupan mereka sebagai anggota keluarga dan masyarakat. Dengan konsep itu, hasil pemelajaran diharapkan lebih bermakna bagi siswa. Proses pemelajaran berlangsung alami dalam bentuk kegiatan siswa bekerja dan mengalami, bukan transfer pengetahuan dari guru ke siswa. Stategi pemelajaran lebih dipentingkan daripada hasil. Pendekatan CTL memiliki tujuh komponen utama, yaitu kontruktivisme (contructivism), menemukan (Inquiry), bertanya (Questioning), masyarakat belajar (Learning Community), pemodelan (Modeling), refleksi (Reflection) dan penilaian yang sebenarnya (Authentic Assessment).
Stategi pengajaran yang berasosiasi dengan CTL :
1. CBSA
2. Pendekatan Proses
3. Life Skills Education
Kata-kata kunci pemelajaran CTL : mengutamakan pengalaman nyata, berpikir tingkat tinggi, berpusat pada siswa, siswa aktif, kritis, dan aktif, dekat dengan kehidupan nyata, perubahan perilaku, siswa praktek bukan menghapal, Learning bukan Teaching, pendidikan (Education) bukan pengajaran (Instruction), memecahkan masalah, hasil belajar diukur dengan pelbagai cara bukan hanya dengan tes.
Pendekatan CTL merupakan konsep belajar yang membantu guru mengaitkan antara materi yang diajarkannya dengan situasi dunia nyata siswa dan mendorong siswa membuat hubungan antara pengetahuan yang dimiliki dengan penerapannyadalam kehidupan mereka sebagai anggota keluarga dan masyarakat. Dengan konsep itu, hasil pemelajaran diharapkan lebih bermakna bagi siswa. Proses pemelajaran berlangsung alami dalam bentuk kegiatan siswa bekerja dan mengalami, bukan transfer pengetahuan dari guru ke siswa. Stategi pemelajaran lebih dipentingkan daripada hasil. Pendekatan CTL memiliki tujuh komponen utama, yaitu kontruktivisme (contructivism), menemukan (Inquiry), bertanya (Questioning), masyarakat belajar (Learning Community), pemodelan (Modeling), refleksi (Reflection) dan penilaian yang sebenarnya (Authentic Assessment).
Stategi pengajaran yang berasosiasi dengan CTL :
1. CBSA
2. Pendekatan Proses
3. Life Skills Education
Kata-kata kunci pemelajaran CTL : mengutamakan pengalaman nyata, berpikir tingkat tinggi, berpusat pada siswa, siswa aktif, kritis, dan aktif, dekat dengan kehidupan nyata, perubahan perilaku, siswa praktek bukan menghapal, Learning bukan Teaching, pendidikan (Education) bukan pengajaran (Instruction), memecahkan masalah, hasil belajar diukur dengan pelbagai cara bukan hanya dengan tes.
06.43
IIS 2Y






0 komentar:
Posting Komentar